Mengaet Produk Lokal, Solusi Cerdas Migas Indonesia

By admin, 30/07/2017

Mengaet Produk Lokal, Solusi Cerdas Migas Indonesia

Pengeboran Migas (foto: SKK Migas)

Jakarta –  Industri hulu migas di dunia saat ini,  sedang dalam kondisi menghadapi tantangan yang cukup berat. Pasalnya, harga minyak mentah dunia yang belum stabil.  Dengan konsidi itu, maka sudah pasti akan berdampak juga terhadap kegiatan operasional.

Dengan segala keadaan, harus ada komitmen nyata yang dibantu stakeholder untuk menyiasati tantangan tersebut. Ide cemerlang itu yakni  kegiataan pengadaan barang dan jasa dituntut untuk meningkatkan pola  kandungan dalam negeri (TKDN). Kemudian,  mengubah pola pemanfaatan barang atau jasa dari impor menjadi lokal.

Strategi tersebut dilakukan, dengan berkomitmen memberdayakan pengusaha lokal. Salah satu konkretnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) mengadakan Vendor’s Day pada 27-28 Juli 2017 di Malang, Jawa Timur.

Dari kegiatan itulah, SKK Migas dan Kontraktor KKS berkomitmen menerapkan produk barang jasa dalam negeri. Namun yang terpenting, SKK Migas mengharapkan kerja sama aktif pengusaha (mitra kerja) dalam menciptakan produk dalam negeri yang berkualitas, kompetitif, dan kemampuan delivery sesuai jadwal. Sehingga, akan mengoptimalkan efek berganda industri hulu migas terhadap perekonomian nasional.

Untuk menyiasati tantangan tersebut, kegiatan pengadaan barang dan jasa dituntut untuk meningkatkan bagian  kandungan dalam negeri (TKDN). Tak hanya itu, mengubah pola pemanfaatan barang atau jasa dari impor menjadi lokal.

“Salah satu contoh pengutamaan konten lokal adalah Proyek Masela yang mengubah offshore menjadi onshore dalam rangka meningkatkan kemampuan lokal Maluku,” ujar Deputi Pengendalian Pengadaan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto.

Perlu diketahui, kegiatan Vendor’s Day dilakukan rutin tiap tahun. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan baru kepada  mitra kerja Kontraktor KKS terkait pengadaan barang dan jasa hulu migas.

Utamanya terkait dengan regulasi yang berlaku dan memberikan pelatihan untuk pemenuhan regulasi tersebut. Selain itu, juga memberikan apresiasi kepada mitra kerja lokal yang telah memberikan unjuk kerja terbaik.

Peran perhatian SKK Migas dalam kegiatan tersebut, memunyai dua agenda penting. Pertama Forum Sharing informasi regulasi dan apresiasi. Setelahnya, diadakan  pelatihan peningkatan kemampuan mitra kerja.

Pada tahun ini, SKK Migas memberikan arahan kepada mitra kerja dengan pemaparan umum mengenai Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa Pedoman Tata Kerja SKK Migas (PTK) 007 Revisi 4, kebijakan TKDN, serta kepabeanan barang operasi perminyakan dan pusat logistik berikat. Kemudian, mitra kerja diberikan pelatihan pendaftaran centralized integrated vendor database (CIVD) dan pengisian TKDN dan berpartisipasi dalam e-procurement.

Regulasi PTK 007 revisi 4 itu, konsepnya untuk  percepatan proses tender, efisiensi rantai suplai dan kewajiban penggunaan produk dalam negeri.  SKK Migas mendorong para pelaku pengadaan barang jasa untuk lebih efisien dan kompetitif agar dapat bertahan dalam kondisi sektor hulu migas saat ini.

“Sehingga ada sinergi  antara industri pendukung, Kontraktor KKS, dan SKK Migas dalam menjawab tantangan industri hulu migas,” ujar Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa, SKK Migas, Erwin Suryadi

Dengan konsep mengaet produk lokal terlibat dalam peningkatan kapasitas produksi Migas Indonesia, harus ada komitmen bersama dan uji produk. Sehingga Kontraktor KKS dan industri penunjang semakin yakin akan kemampuan produk dalam negeri penunjang operasi hulu migas.

TAGS : SKK Migas

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/19469/Mengaet-Produk-Lokal-Solusi-Cerdas-Migas-Indonesia/

Share this:

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*